Translate

Friday, March 9, 2012

Books : "QUEEN OF BABBLE"


Judul Asli : QUEEN OF BABBLE  
( book 1 of  "Queen of Babbles Series" )
Penulis : MEG CABOT
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah : Barokah Ruziati
Rate : 3 of 5

Review :
Melihat buku yang mungil, semula kusangka hanya sekedar kisah romansa ringan belaka, ternyata Meg Cabot yang lebih kukenal lewat kisah-kisah Teenlitnya, mampu menghadirkan kisah yang lebih dewasa, namun keriangan serta sentilan komedi satir disana-sini, mampu memberikan nuansa menyenangkan yang cukup menarik untuk dinikmati. Tokoh Lizzie yang suka ‘mengoceh’ ini mengingatkan daku akan sahabat semasa SMP, sosok yang suka banget bicara ( tentang apa saja ) bahkan tak pernah bisa diam ( kecuali lagi tidur, bahkan saat makan pun sebisa mungkin membagi waktu antara tarik napas dan mengoceh, he3x ). Meski kadang sebal karena dirinya yang tidak bisa diam, namun membaca kisah ini membuatku merindukan ocehan-nya, karena seperti sosok Lizzie, dirinya bukan sekedar ‘narsis’ yang hanya suka ngoceh tentang dirinya, tapi beliau memang suka berinteraksi dengan siapa saja yang ada disekelilingnya. 

Meski terkadang suka ‘bocor’ ( tanpa sengaja, karena kebiasaan ngocehnya bisa ngelantur kemana-mana ), namun ia senantiasa berusaha memperbaiki kesalahan ( jika terjadi ) dan tidak segan-segan langsung turun tangan membantu orang-orang yang membutuhkan. Untuk “My Queen Of Babble” … kupersembahkan kilasan kisah ini dan berharap dunia ini ada Lizzie-Lizzie lain yang mampu memberikan sedikit keceriaan & keramaiaan dalam suasana yang menjemukan …

Sinopsis :
Elizabeth “Lizzie” Nichols, sedang merayakan kelulusannya bersama keluarganya sambil bersiap-siap berangkat berlibur ke London, guna menemui pacarnya yang keren : Andrew. Meski ditentang oleh sahabatnya Shari yang mengajaknya bepergian ke Paris, Lizzie tetap bersikukuh berangkat ke Inggris seorang diri.

Namun liburan yang semula dibayangkan penuh dengan suasana romantic & adegan memukau, harus dihapus dengan kenyataan yang sangat-sangat bertolak belakang dari bayangan Lizzie. Pertama, ia ternyata ‘belum lulus’ ( meski sudah dirayakan ) dan harus menyelesaikan tesis sebagai syarat kelulusan. Kedua, Andrew tidak mengenal dirinya ( kegemaran maupun ketidak-sukaan Lizzie dicampur-adukan ), dan keluarga Andrew mengira dirinya cewek yang sangat Gendut ( yang memang dulunya, namun ia sudah diet hingga menjadi kurus 7 langsing ). Ketiga, Andrew ternyata tidak sekeren yang dibayangkan, ia tinggal di rumah orang tuanya ( bukannya apartemen pribadi ), ia tidak bekerja sebagai guru yang membaktikan dirinya menolong anak-anak ( bekerja sebagai pramusaji ) bahkan mencoba melakukan penipuan dengan mengajukan permohonan tunjangan bagi pengangguran !!!

Lizzie yang ‘shock’ dengan kenyataan itu, akhirnya memutuskan lari meninggalkan London & menyusul Shari & Chaz – cowoknya, di Paris, tepatnya ke Chateau Mirac – kastil di mana Luke, putra pemiliknya  adalah sahabat dekat Chaz. Lizzie yang nekat berangkat dengan kereta api, dalam keadaan kacau-balau, bertemu dengan cowok keren & simpatik bernama Jean-Luc de Villiers, yang bersedia membantu & mendengarkan ‘ocehan’ serta curahan hati Lizzie yang suka ‘kumat’ jika sedang dalam kondisi stress. Dan kebiasaan ‘mengoceh’ Lizzie membawanya pada semua rahasia hatinya yang dipendam selama beberapa hari, semuanya tercurah pada sosok asing yang ditemuinya di kereta api. Dan tanpa disadari, mereka berdua saling menikmati perjalanan enam jam dengan pertemanan meraka yang baru. Hingga saat kereta api berhenti di tujuan, di Prancis Selatan, maka Lizzie menghadapi bahwa masalah-masalah baru telah menunggunya … 

Tentang Penulis :
Meg Cabot ( nama aslinya Meggin Patricia Cabot ), lahir di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 1 Februari 1967. Ia merupakan penulis Amerika yang sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku. Karyanya yang terkenal diantaranya seri The Princess Diaries, yang telah diangkat ke layar lebar oleh Walt Disneys Pictures dengan judul yang sama. Kemudian seri Mediator  tentang remaja yang memiliki kemampuan supranatural, serial detektif lewat Heather Wells Mystery, serangkaian chicklit, historical romance dan tentu saja seri Underworld yang merupakan adaptasi dari kisah Mitologi Yunani yaitu Persephone yang diculik oleh Hades – dewa penjaga gerbang kematian, dan dipaksa menemaninya tinggal di Underworld. Meg Cabot telah memperoleh banyak penghargaan atas karya-karyanya, hingga kini buku-bukunya terjual lebih dari 15 juta kopi, dan ia masih tetap giat menulis sampai kapan pun ...

[  more about Meg Cabot & her books, visit at Meg Cabot  ]
Best Regards,
* HOBBYBUKU *

8 comments :

  1. aku punya bukunya nih, tapi belum sempet dibaca..*plakplok*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayo...hayo dibaca, buku keduanya khan sudah rilis juga :D

      Delete
  2. Aku belum pernah baca karya Meg Cabot selain yang ber-genre teenlit. Setelah baca resensinya, jadi pengen baca karya Meg Cabot yang versi lebih dewasanya.

    Masuk wishlist nih...

    Makasih buat resensinya... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah aq malah terbalik, jarang baca yg teenlitnya malah sudah baca sebagian besar novelnya, lebih rame kayaknya daripada buku yg tipis hahaha

      Delete
  3. aku punya nih tapi belum dibaca, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg versi ini luayan lucu mbak, tapi aq pribadi suka yg seri heather wells karena ada bumbu misterinya (plus cowoknya lebih keren karena detektif swasta) kyahaha

      Delete
  4. Ah, Meg Cabot, always love her books :D

    ReplyDelete
  5. belum pernah baca ini hehe thn terbitnya kpn ya?

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...