Translate

Showing posts with label Bridgerton Family Saga. Show all posts
Showing posts with label Bridgerton Family Saga. Show all posts

Friday, September 23, 2016

[ 2016 | Review #100 ] : "ON THE WAY TO THE WEDDING"

Books “MENUJU PERNIKAHAN”
by Julia Quinn
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Martha Widjaja
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : November 2010 ; 512 hlm ; ISBN 978-979-22-6416-6
Harga Normal : Rp. 50.000,-

Gregory Bridgerton sudah menginjak usia yang layak untuk mencari pasangan dan segera membentuk rumah tangga sendiri. Dan sebagai seorang pria, anehnya ia mempercayai sepenuh hati adanya ‘cinta-sejati’ bagi dua pasangan pada waktu yang tepat. Maka ia pun menunggu tanpa tergesa-gesa mengambil keputusan dan menikmati kesenangan hidup sebagai pria lajang. Hingga pada pesta dansa yang diadakan oleh anggota keluarganya, di sanalah ia ‘merasakan’ dan ‘melihat’ wanita yang membuat hatinya terguncang, saat mengalami momen khusus yang tak mampu ia jabarkan.

Thursday, July 31, 2014

Books "IT'S IN HIS KISS"

Books “DALAM CIUMANNYA”
Judul Asli : IT’S IN HIS KISS
[ book 7 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2005 by Julia Cotler Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Sisilia Kinanti G.
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Oktober 2010 ; 440 hlm ; ISBN 978-979-22-6282-7
Rate : 4 of 5

Hyacinth Bridgerton – putri bungsu yang terkenal akan keberaniannya mengungkapkan ‘buah-pikiran’ setiap saat, membuat dirinya harus menjalani Pasar Perjodohan selama 3 tahun berturut-turut, tanpa satu pun calon pelamar yang berani meminangnya. Bahkan Anthony Bridgerton selaku wali ke-7 adik-adiknya, harus menaikkan ‘nilai mahar pernikahan’ hanya agar Hyancinth segera memperoleh prospek yang sesuai. Sayangnya hal itu tetap tak mampu membuat kaum pria berani mendekati gadis ini, kecuali kaum pemburu harta, yang segera menyadari mereka harus berhadapan dengan sederetan pria-pria Bridgerton sebelum niat tersebut terlaksana. Jika Violet Bridgerton mencemaskan putri bungsunya, ia tidak mau memaksakan kehendak terutama menyangkut hubungan cinta yang dipaksakan. Justru Hyancinth yang memiliki imajinasi tinggi dan impian akan kisah romantis, mendambakan dirinya menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia, bagaikan dongeng-dongeng menghiasi benaknya.

Books "WHEN HE WAS WICKED"

Books “CINTA TERPENDAM SANG EARL”
Judul Asli : WHEN HE WAS WICKED
[ book 6 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2004 by Julia Cotter Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hanna Francis
Editor : Dharmawati
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Oktober 2010 ; 440 hlm ; ISBN 978-979-22-6231-5
Rate : 3.5 of 5

Salah satu anggota keluarga Bridgerton yang hampir jarang disebut-sebut adalah anak ke-5 : Francesca Bridgerton, yang menikah terlebih dahulu dengan John Stilring – Earl of Kilmartin, dan menghabiskan hampir sebagian besar waktu mereka antara Skotlandia dan London, Inggris. Kesibukan Countess of Kilmartin serta kebahagiaan bersama pasangan yang saling mencintai ini, membuat Francesca hampir tidak sempat meluangkan waktu bersama keluarganya, selain melalui surat-menyurat sebagai ganti komunikasi antar mereka. Sayangnya kebahagiaan keluarga ini hanya berlangsung selama dua tahun, ketika John Stirling meninggal secara mendadak dalam tidurnya setelah mengeluh sakit kepala, tanpa pernah terbangun kembali. Francesca menjadi janda dalam usia relatif muda, dan dalam kedukaannya, ia juga kehilangan bayi yang sedang dalam kandungan. Akibatnya gelar dan ahli waris Kilmartin jatuh ke tangan saudara sepupu John : Michael Stirling, yang juga sahabat karib John juga Francesca.

Friday, March 28, 2014

Books "TO SIR PHILLIP, WITH LOVE"

Books “KEPADA SIR PHILLIP, DENGAN PENUH CINTA”
Judul Asli : TO SIR PHILLIP, WITH LOVE
[ book 5 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2003 by Julia Cotler Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Monica Dwi Chresnayani
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Juli 2010 ; 448 hlm ; ISBN 978-979-22-5907-0
Rate : 4 of 5

Eloise Bridgerton bukanlah sosok yang mudah panik meski ia gemar melakukan segala sesuatu secara impulsif, terutama jika berkenaan dengan sesuatu yang ada di dalam benaknya. Ia memiliki prinsip untuk ‘terjun-langsung’ dalam menuntaskan buah pikirannya. Celakanya, hal ini acapkali membawa serta masalah yang berbuntut panjang. Dan kali ini, ia kembali melakukan sesuatu yang sangat dramatis, bahkan menyembunyikan maksud serta tujuannya dari anggota keluarga maupun sahabat karibnya, Penelope Featherington. Eloise melarikan diri secara diam-diam untuk menemui Sir Phillip Crane – pria yang telah menjadi koresponden surat-menyurat selama berbulan-bulan, dan tujuan untuk menemuinya, tidak lain menjawab pertanyaaan Sir Phillip dalam salah satu suratnya : apakah Eloise bersedia menjadi istrinya ?

Books "ROMANCING MR. BRIDGERTON"

Books “ROMANSA MR. BRIDGERTON”
Judul Asli : ROMANCING MR. BRIDGERTON
[ book 4 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2002 by Julia Cotter Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Eliyanti
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Mei 2010 ; 472 hlm ; ISBN 978-979-22-5748-9
Rate : 4.5 of 5

Jika ada tokoh favorit sepanjang kisah buku pertama hingga ketiga, maka Colin Bridgerton yang kupilih. Sifatnya yang humoris dan selalu mampu membuat suasana lebih ceria, serta keusilannya saat mengerjai saudara-saudara maupun kenalan dekatnya, sungguh merupakan hiburan tersendiri. Colin juga dikenal sebagai pria Bridgerton yang ramah dan supel pada siapa saja, terutama gadis-gadis Wallflowers. Salah satu gadis yang merasakan kebaikan hati Colin adalah Penelope Featherington – putri ketiga yang pemalu dari keluarga Featherington yang mengerikan. Penelope telah jatuh hati saat menjelang usia 16 tahun pada Colin, meski pria itu tak mungkin mengetahui isi hatinya. Bahkan sahabat karib Penelope, Eloise Bridgerton – adik Colin tak pernah menduga bahwa kakaknya telah menempati tempat khusus di hati gadis ini. Sayangnya kebaikan dan keramahan Colin hanya sebatas sebagai teman, dan selama bertahun-tahun, ia memilih melakukan aneka petualangan dan menjelajahi dunia di luar negeri, membuat hati Violet Bridgerton senantiasa dalam kekhawatiran.

Books "AN OFFER FROM A GENTLEMAN"

Books “TAWARAN DARI SANG GENTLEMAN”
Judul Asli : AN OFFER FROM A GENTLEMAN
[ book 3 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2001 by Julia Cotter Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Lustatin Soeprawoto
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Maret 2010 ; 504 hlm ; ISBN 978-979-22-5619-2
Rate : 4 of 5

Sophia ‘Sophie’ Maria Beckett adalah gadis yang sangat cantik dan menarik, meski karena ia terlahir sebagai anak haram Richard Gunningworth - Earl of Penwood, menjadikan kehidupan yang dijalaninya tidak mudah, penuh dengan cobaan dan kerja keras setiap saat. Kondisi Sophie semakin berat ketika ia berusia 10 tahun, Earl of Penwood menikah lagi dengan Araminta – janda cantik yang selanjutnya menjadi Countess of Penwood, dengan dua orang putri, Rosamund dan Posy. Sang Countess langsung membenci dirinya dan memperlakukan Sophie bagai duri dalam daging, perlakuan yang ditiru dengan senang hati oleh Rosamund yang sangat cantik dan angkuh menyerupai ibunya, sedangkan Posy masih memiliki sifat dan kebaikan hati yang terkadang muncul pada perlakuannya kepada Sophie. Kemudian situasi semakin memburuk kala sang Earl mendadak tewas empat tahun kemudian, meninggalkan warisan serta hutang yang setara. Sophie yang selalu mendapat perlakuan buruk atau diacuhkan, kini berubah statusnya, dari anak perwalian sang Earl, menjadi pelayan dan budak Araminta beserta putri-putrinya.

Books "THE VISCOUNT WHO LOVED ME"

Books “CINTA SANG VISCOUNT”
Judul Asli : THE VISCOUNT WHO LOVED ME
[ book 2 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2000 by Julia Cotler Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Ratih Susanti
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Februari 2010 ; 456 hlm ; ISBN 978-979-22-5473-0
Rate : 3.5 of 5

Anthony Bridgerton dibesarkan dalam keluarga bangsawan dengan tata cara yang sama sekali berbeda. Edmund dan Violet, menikah pada usia 20 tahun dan 18 tahun, saling mencintai dan berbagi kasih sayang satu sama lain sepanjang kehidupan pernikahan mereka, bahkan setelah kelahiran putra pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Sepanjang ingatan Anthony, ayahanya adalah sosok yang sangat dekat, selalu meluangkan waktu untuk mendampingi putra-putrinya, belajar hingga bermain di lapangan terbuka. Bahkan Violet memilih membesarkan sendiri setiap anak-anaknya, alih-alih menyerahkan sepenuhnya kepada para pengasuh, layaknya kehidupan kaum bangsawan. Dibesarkan dan dicintai sepenuh hati oleh kedua orang tua mereka, Anthony dan adik-adiknya tumbuh menjadi individu yang memiliki keyakinan diri, kemampuan untuk mengungkapkan pemikiran tanpa malu-malu (sebagaimana acapkali dianggap sebagai aturan kesopanan di kalangan bangsawan) serta dekat satu sama lain (meski hal ini bisa digambarkan dengan aneka keusilan dan kenakalan serta persaingan sehat yang dilakukan antar saudara masing-masing). Namu semuanya berubah, tepat ketika Anthony menginjak usia 18 tahun, dimana bayangan masa depan cerah berada dihadapannya. Edmund Bridgerton meninggal secara mendadak pada usia 38 tahun tanpa diketahui penyebabnya, kecuali kesaksian putrinya Eloise yang sempat melihat seekor lebah menyengat ayahnya. Maka tugas sebagai kepala keluarga jatuh ke tangan Anthony sebagai ahli waris sekaligus pengganti ayahnya untuk menjaga keutuhan dan kelangsungan keluarganya.

Books "THE DUKE & I"

Books “AKU & SANG DUKE”
Judul Asli : THE DUKE & I
[ book 1 of BRIDGERTON FAMILY Series ]
by Julia Quinn
Copyright © 2000 by Julia Cotler Pottinger
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Sisilia Kinanti G.
Desain Sampul : Marcel A. W.
Cetakan I : Januari 2010 ; 464 hlm ; ISBN 978-979-22-5214-9
Rate : 3.5 of 5

Simon Arthur Henry Fitzranulph Basset (bisa dibayangkan bayi yang baru lahir, diberi nama sepanjang ini ...) – diharapkan menjadi pewaris utama gelar Earl Clyvedon, terutama harapan terbesar sang ayah, Duke of Hasting ke-9 setelah bertahun-tahun menanti satu demi satu calon ahli waris, terlahirkan dari kandungan sang istri, untuk kemudian meninggal dalam usia sangat muda. Keberhasilan kelahiran bayi ini harus merenggut nyawa sang Duchess yang memiliki resiko tinggi dengan mengandung di usia di atas 40 tahun. Kesedihan Duke of Hastings mampu ditolerir dengan memusatkan perhatian pada pembentukkan sang ahli waris dengan menyerahkan perawatan dan penjagaan pada orang-orang pilihan di Clyvedon, sedangkan ia menyibukkan diri dengan kegiatan rutinnya di London. Namun kecemasan mulai muncul ketika sampai usia 2 tahun, si kecil Simon tidak mampu mengucapkan kata-kata, meski terbukti ia sangat cerdas dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar. Ketika akhirnya ia berhasil mengucapkan kalimat dihadapan ayahnya, pada usia 4 tahun, Simon ternyata menjadi ‘gagap’ – yang menyebabkan kemurkaan Duke of Hastings dan segera menganggap dirinya ‘terkutuk’ dengan memiliki keturunan yang ‘idiot’. Satu-satunya orang yang tetap setia dan menyayangi Simon, tiada lain sang pengasuh, Nurse Hopkins, yang dengan tekun melatih Simon untuk mengucapkan kalimat tanpa ‘gagap’ dan memberika dorongan semangat, perhatian serta kasih sayang yang sangat ia butuhkan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...