Translate

Showing posts with label Yoshichi Shimada. Show all posts
Showing posts with label Yoshichi Shimada. Show all posts

Monday, December 10, 2012

Books "SAGA NO GABAI BAACHAN"




Books “NENEK HEBAT DARI SAGA”

Judul Asli : SAGA NO GABAI BAACHAN

Copyright © 2001, 2004 Yoshichi Shimada

Illustration Copyright © 2004 Jiro IHA

Indonesian edition copyright © by Mahda Books

Penerbit : Kansha Books ( a division of Mahda Books )

Koordinator Penerjemah : Mikihiro Moriyama

Alih Bahasa : Indah S. Pratidina

Editor : Tim Kansha

Sampul : Iksana Banu

Isi : Husni Kamal

Cetakan I : Januari 2012 ; 320 hlm

Rate : 5 of 5
“Nek, dua-tiga hari ini, kita makan kok hanya nasi ya, tanpa lauk?” Sambil tertawa terbahak-bahak, nenekku menjawab, “Besok nasi pun takkan ada kok.” Kami hanya bertatapan mata, kemudian kembali terbahak bersama. 
Demikianlah kalimat pembuka kisah ini yang langsung memikat hatiku. Kisah yang semula kusangka sebagai kisah fiksi, ternyata merupakan semi biografi penulis tentang kisah masa kanak-kanaknya hidup bersama sang nenek di desa, karena sang ibu yang merupakan orang tua tunggal tak mampu membiayai kehidupan mereka di kota. Maka si kecil Akihiro di kirim untuk tinggal di desa. Keberangkatan Akihiro pun melalui ‘sandiwara’ seakan-akan ia diajak menemani mengantarkan sang bibi yang sedang berkunjung, kembali pulang ke desa. Dan sesaat kereta mulai berangkat, Akihiro didorong masuk ke dalam kereta api yang kemudian melaju, meninggalkan sang ibu yang menangis karena harus melakukan tindakan sedemikian rupa demi keselamatan hidup mereka bersama.



[ source ]
Kehidupan Akihiro di desa juga tidak mudah. Sang nenek yang bekerja sebagai pembersih di sekolah, seringkali tak memiliki uang yang cukup untuk hidup mereka berdua. Namun Akihiro belajar semenjak usia dini, bahwa kehidupan tidak sekedar mengandalkan uang, melainkan kecerdikan dan keberanian mengambil kesempatan. Semuanya berkat ajaran hidup serta teladan yang diberikan sehari-hari, hingga kemiskinan yang mereka alami bukan merupakan penderitaan semata melainkan proses kehidupan yang harus diperjuangkan. Beberapa saat lalu diriku sempat membaca kisah ‘ibuk’ karya Iwan Setyawan yang juga merupakan biografi perjuangan kehidupan seorang wanita, demi keluarganya, suami serta anak-anaknya. 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...