Translate

Monday, August 18, 2014

Books "QUEEN OF BABBLE"

Books “RATU NGOCEH”
Judul Asli : QUEEN OF BABBLE
[ book 1 of QUEEN BABBLE Series ]
Copyright © 2006 by Meg Cabot, LLC
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Barokah Ruziati
Editor : Widi Lugina
Desain & Ilustrasi Sampul : eMTe
Cetakan I : September 2010 ; 456 hlm ; ISBN 978-979-22-6222-3
Rate : 3.5 of 5

Melihat buku yang mungil, semula kusangka hanya sekedar kisah romansa ringan belaka, ternyata Meg Cabot yang lebih kukenal lewat kisah-kisah Teenlitnya, mampu menghadirkan kisah yang lebih dewasa, namun keriangan serta sentilan komedi satir disana-sini, mampu memberikan nuansa menyenangkan yang cukup menarik untuk dinikmati. Tokoh Lizzie yang suka ‘mengoceh’ ini mengingatkan daku akan sahabat semasa SMP, sosok yang suka banget bicara ( tentang apa saja ) bahkan tak pernah bisa diam ( kecuali lagi tidur, bahkan saat makan pun sebisa mungkin membagi waktu antara tarik napas dan mengoceh, he..he..he ). Meski kadang sebal karena dirinya yang tidak bisa diam, namun membaca kisah ini membuatku merindukan ocehan-nya, karena seperti sosok Lizzie, dirinya bukan sekedar ‘narsis’ yang hanya suka ngoceh tentang dirinya, tapi ia memang suka berinteraksi dengan siapa saja yang ada disekelilingnya. Meski terkadang suka ‘bocor’ ( tanpa sengaja, karena kebiasaan ngocehnya bisa ngelantur kemana-mana ), namun ia senantiasa berusaha memperbaiki kesalahan ( jika terjadi ) dan tidak segan-segan langsung turun tangan membantu orang-orang yang membutuhkan. Untuk “My Queen Of Babble” … kupersembahkan kilasan kisah ini dan berharap dunia ini ada Lizzie-Lizzie lain yang mampu memberikan sedikit keceriaan da keramaian dalam suasana yang menjemukan …



Elizabeth “Lizzie” Nichols, sedang merayakan kelulusannya bersama keluarganya sambil bersiap-siap berangkat berlibur ke London, guna menemui pacarnya yang keren : Andrew. Meski ditentang oleh sahabatnya Shari yang mengajaknya bepergian ke Paris, Lizzie tetap bersikukuh berangkat ke Inggris seorang diri. Namun liburan yang semula dibayangkan penuh dengan suasana romantis dengan adegan memukau, harus dihapus dengan kenyataan yang sangat-sangat bertolak belakang dari bayangan Lizzie. Pertama, Lizzie baru mengetahui bahwa dirinya  ‘belum lulus’ secara resmi ( meski kelulusannya sudah dirayakan ) dan harus menyelesaikan tesis sebagai syarat kelulusan. Kedua, Andrew sama sekali tidak mengenal dirinya ( kegemaran maupun ketidak-sukaan Lizzie dicampur-adukan ), dan keluarga Andrew mengira dirinya cewek yang sangat Gendut ( yang memang dulunya, namun ia sudah diet hingga menjadi kurus dan  langsing ). Ketiga, Andrew ternyata tidak sekeren yang dibayangkan, ia tinggal di rumah orang tuanya ( bukannya apartemen pribadi ), ia tidak bekerja sebagai guru yang membaktikan dirinya menolong anak-anak ( bekerja sebagai pramusaji ) bahkan mencoba melakukan penipuan dengan mengajukan permohonan tunjangan bagi pengangguran !!! Andrew bahkan berniat meminjam tabungan Lizzie untuk menutupi hutang judi yang sangat-sangat besar ....

Lizzie yang ‘shock’ dengan kenyataan itu, akhirnya memutuskan lari meninggalkan London, menyusul Shari dan kekasihnya - Chaz, di Paris, atau tepatnya ke Chateau Mirac – kastil di mana Luke, putra pemiliknya  adalah sahabat dekat Chaz. Lizzie yang nekat berangkat dengan kereta api, dalam keadaan kacau-balau, bertemu dengan cowok keren nan simpatik bernama Jean-Luc de Villiers, yang bersedia membantu bahkan mendengarkan ‘ocehan’ serta curahan hati Lizzie yang suka ‘kumat’ jika sedang dalam kondisi stress. Dan kebiasaan ‘mengoceh’ Lizzie membawanya pada semua rahasia hatinya yang dipendam selama beberapa hari, semuanya tercurah pada sosok asing yang ditemuinya di kereta api. Dan tanpa disadari, mereka berdua saling menikmati perjalanan selama enam jam dengan pertemanan mereka yang baru. Hingga saat kereta api berhenti di tujuan, di Prancis Selatan, maka Lizzie menghadapi bahwa masalah-masalah baru telah menunggunya … karena teman barunya ini tidak lain adalah Luke – pemilik Chateau Mirac dimana ia berencana menghabiskan waktu liburannya. Meski Luke tetap ramah dan bersikeras agar Lizzie menikmati waktunya bersama Shari dan Chaz, ia tak dapat mengingkari daya tarik Luke yang mulai membelit hatinya. Celakanya, pangeran tampan nan baik hati ini sudah memiliki kekasih, atau tunangan, seperti yang selalu disebut-sebut oleh Dominique – wanita cantik yang memiliki kepribadian bertolak-belakang dengan penampilannya.

Berlibur ke kastil dan bertemu pangeran tampan pemilik estate yang sangat luas nan indah – mmm ... sebuah impian bagi kaum wanita, tapi jika sang pangeran impian berada dalam cengkeram penyihir wanita yang memiliki kekuatan ‘menghasut’ siapa saja yang ada di sekelilingnya, termasuk bermanis-manis di depan kedua ortu sang pangeran, apa yang bisa kau lakukan ? Setidaknya itulah yang dialami oleh Lizzie – si Ratu Ngoceh yang akibat kegemarannya ini, berkali-kali memperoleh masalah dan merusak hubungan dengan orang-orang yang tanpa senagaj ‘terbongkar’ rahasianya akibat mulut Lizzie yang tak memiliki rem darurat. Bukan berarti ia termasuk biang gossip, hanya suka mengoceh, terutama saat sedang panik atau tertekan. Membaca petualangan Lizzie dan teman-temannya yang tak kalh unik, menunjukkan keahlian Meg Cabot untuk menulis drama romansa dengan adegan-adegan serta dialog menggelitik, salah satu pilihan bagi kalian yang mencari bacaan menghibur nan ringan. Bagaimana perkembangan kelanjutan petualangan Lizzie di Paris ? Dan mampukah ia menjaga semua rahasia yang terpendam, bahwa dirinya belum lulus, bahwa ia melarikan diri dari cowok yang digempar-gemborkan sebagai kekasihnya, walau ia hanya pernah bertemu dalam sekejab melalui sebuah tragedi kebakaran di apartemennya, bahwa ia menaruh hati pada pria yang jauh dari jangkauannya, bahwa ia – Lizzie Nichols berusaha keras memuaskan semua pihak tanpa pernah meneliti apa sebenarnya yang ia inginkan. Just open your book and start tor read (^_^)

Tentang Penulis :
Meg Cabot ( nama aslinya Meggin Patricia Cabot ), lahir di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 1 Februari 1967. Ia merupakan penulis Amerika yang sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku. Karyanya yang terkenal diantaranya seri The Princess Diaries, yang telah diangkat ke layar lebar oleh Walt Disneys Pictures dengan judul yang sama. Kemudian seri Mediator  tentang remaja yang memiliki kemampuan supranatural, serial detektif lewat Heather Wells Mystery, serangkaian chicklit, historical romance dan tentu saja seri Underworld yang merupakan adaptasi dari kisah Mitologi Yunani yaitu Persephone yang diculik oleh Hades – dewa penjaga gerbang kematian, dan dipaksa menemaninya tinggal di Underworld. Meg Cabot telah memperoleh banyak penghargaan atas karya-karyanya, hingga kini buku-bukunya terjual lebih dari 15 juta kopi, dan ia masih tetap giat menulis sampai kapan pun ..

[ more about the author and related works, just check at here : Meg Cabot | Patricia Cabot  | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
180th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...